ILmu Kealaman Dasar (LITOSFER)

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 LATAR BELAKANG

Bumi ini tersusun dari beberapa lapisan yaitu lapisan barisfer, lapisan antara dan lapisan litosfer. Barisfer merupakan lapisan inti bumi yang tersusun dari lapisan nife (nikel dan ferum). Sedangkan lapisan antara adalah lapisan yang terletak di atas nife (nikel dan forum) yang merupakan cair dan berpijar. Adapun litosfer adalah lapisan paling luar yang berada di atas lapisan antara.

Litosfer merupakan lapisan bumi paling atas yang merupakan mahkluk hidup, baik oleh manusia, hewan dan tanaman. Semua aktifitas manusia dilakukan di lapisan litosfer. Manusia tinggal, berkembang biak, bekerja dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar di lapisan ini.

Lapisan litosfer memiliki beragam bentuk, ada yang berbentuk pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah maupun sungai. Perbedaan bentuk ini di pengaruhi oleh beberapa factor alam yaitu tenaga endogen dan eksogen bumi. Perbedaan bentuk muka bumi ini menyebabkan pengaruh yang berbeda terhadap kehidupan manusia. Oleh sebab itu, kita perlu mengkaji lebih dalam mengenai litosfer, bahan-bahan penyusunnya serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Pengertian litosfer

Litosfer adalah Lapisan kerak bumi yang yang paling luar yang terdiri dari batuan. Litosfer berasal dari kata lithos artinya batuan, dan sphere artinya lapisan. Secara harfiah litosfer adalah lapisan bumi yang paling luar atau bias disebut dengan kulit bumi. Litosfer merupakan lapisan batuan/kulit yang bulat dengan ketebalan kurang lebih 1200 km.

Pada lapisan ini, terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan Si02, itulah sebabnya lapisan litosfer sering dinamakan lapisan silikat dan memiliki ketebalan rata-rata 30 km yang terdiri atas dua bagian, yaitu Litosfer atas (daratan dengan kira-kira 35% atau 1/3 bagian) dan Litosfer bawah (lautan dengan kira-kira 65% atau 2/3 bagian).

Bumi tersusun dari beberapa lapisan yaitu :

  • Inti Bumi (Barisfer atau Centrosfer)

Barisfer yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan nife (niccolum=nikel dan ferum besi) jari jari barisfer +- 3.470 km. Inti bumi dari kedalaman 6370 km kearah luar, terdiri dari dua bagian yaitu inti dalam yang tebalnya 1320 km, dan inti luar 2160 km. Disebut barisfer karena ini bumi mempunyai massa jenis yang besar (berat) yaitu 10,7 gram/cc, yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kulit bumi (litosfer). Temperatur di inti bumi diperkirakan tidak lebih dari 30000C. Adanya bahan nikel dan besi ini yang menyebabkan bumi mempunyai sifat kemagnetan yang luar biasa.

  • Selimut (Mantel)

Lapisan ini mempunyai 2 bagian berturut-turut :

  1. Mesosfer : Lapisan ini dikedalaman sekitar 2900 km, wujudnya padat terletak dibawah atenosfer dengan ketebalan 2400-2750km.
  2. Astenosfer : Lapisan ini dikedalaman 700 km, wujudnya agak kental     dan tebalnya 100-400km. Diduga lapisan ini tempat formasi magma.
  • Kerak bumi (Litosfer)

Lapisan ini pada kedalaman 50-200 km, tebalnya sekitar 1200 km, dengan masa jenis rata-rata 2,9 gram/cc. Lapisan ini merupakan lapisan bebatuan yang mengapung diatas astenosfer.

Litosfer memiliki beberapa kerak bumi yaitu

  1. Kerak benua

Merupakan kerak bumi yang memiliki ketebalan antara 30-70km. batuan kerak benua berumur 3,8 miliar tahun

  1. Kerak samudra

Terletak di bawah samudra dengan ketebalan antara 6-11km. batuan kerak samudra berumur  tidak lebih dari 200 juta tahun.

2.2 Material pembentukan litosfer

  1. Jenis Batuan

Litosfer tersusun atas tiga macam material utama dengan bahan dasar pembentukannya adalah Magma dengan berbagai proses yang berbeda-beda. Berikut merupakan material batuan penyusun litosfer.

  1. Batuan igneus atau Batuan beku

Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, “api”) yaitu batuan yang terbentuk sebagai hasil dari kumpulan mineral-mineral silikat hasil penghabluran magma yang mendingin (Walter T Huang, 1962). Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku menjadi padat dengan sekitar 80% material batuan yang menyusun batuan kerak bumi adalah batuan beku.

Berdasarkan tempat terbentuknya magma beku. batuan beku dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

a)      Batuan Beku Dalam (Plutonik/Abisik)

Batuan beku dalam terjadi dari pembekuan magma yang berlangsung perlahan-lahan ketika masih berada jauh di dalam kulit bumi. Contohnya batuan beku dalam adalah granit, diotit, dan gabbro.

b)      Batuan Beku Gang/Korok

Batuan beku korok terjadi dari magma yang membeku di lorong antara dapur magma dan permukaan bumi. Magma yang meresap di antara lapisan-lapisan litosfer mengalami proses pembekuan yang berlangsung lebih cepat, sehingga kristal mineral yang terbentuk tidak semua besar. Campuran kristal mineral yang besarnya tidak sama merupakan ciri batuan beku korok.

c)      Batuan Beku Luar

Batuan beku luar terjadi dari magma yang keluar dari dapur magma membeku di permukaan bumi (seperti magma hasil letusan gunung berapi). Contoh batuan beku luar adalah basalt, diorit, andesit, obsidin, scoria, batuan apung (bumice).

Untuk membedakan batuan beku dengan batuan lainnya terdapat tiga ciri utama, yaitu :

  • Tidak mengandung fosil
  • Teksturnya padat, mampat, serta strukturnya homogen dengan bidang permukaan kesemua arah sama
  • Susunan sesuai dengan pembentukannya

 

  1. Batuan endapan dan Batuan sedimen

Batuan Sedimen merupakan batuan mineral yang telah terbentuk dipermukaan bumi yang mengalami pelapukan. Bagian – bagian yang lepas dari hasil pelapukan tersebut terlepas dan ditansportasikan oleh aliran air, angin, maupun oleh gletser yang kemudian terendapkan atau tersedimentasi dan terjadilah proses diagenesis yang menyebabkan endapan tersebut mengeras dan menjadi bantuan sedimen.

Berdasarkan tenaga yang mengendapkan batuan sedimen dibagi 3 yaitu:

  • Batuan sedimen akuatis: berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh air sungai, danau, atau air hujan.
  • Batuan sedimen aeolis (aeris): berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh angin.
  • Batuan sedimen glasial: berasal dari pengendapan butir-butir batuan oleh gletser.

Berdasarkan tempat pengendapannya batuan sedimen dibagi 5,yaitu :

  1. Batuan sedimen teristris : diendapkan di darat.
  2. Batuan sedimen marine  : diendapkan di laut.
  3. Batuan sedimen limnis    : diendapkan di danau.
  4. Batuan sedimen fluvial    : diendapkan di sungai.
  5. Batuan seidmen glasial   : diendapkan di daerah es/gletser

Berdasarkan cara pengendapannya batuan sedimen dibagi 3 yaitu:

  1. Batuan sedimen mekanis: diendapkan secara mekanik tanpa mengubah susunan kimianya. Contohnya batu pasir, tanah liat, konglomerat, breksi.
  2. Batuan sedimen kimiawi: diendapkan secara kimiawi, artinya terjadi perubahan struktur kimia. Contohnya batu kapur, gipsum, gamping.
  3. Batuan sedimen organis: diendapkan lewat kegiatan organik (makhluk hidup). Contohnya terumbu karang.
  1. Batuan Malihan (Metamorf)

Batuan Metamorf adalah batuan yang telah mengalami perubahan, baik secara fisik maupun secara kimiawi sehingga menjadi berbeda dari batuan induknya. Batuan malihan (metamorf) terbentuk karena terjadinya penambahan suhu atau penambahan tekanan yang tinggi dan terjadi secara bersamaan pada batuan sedimen.

Batuan metamorf dapat dibedakan menjadi tiga yaitu

I.            Metamorf kontak (metamorf Termal)

Batuan yang terjadi akibat suhu yang sangat tinggi, biasanya terletak dekat dengan dapur magma, contoh: marmer, dan batu bara dibukit asam.

II.            Metamorf dinamo (metamorf kinetik)

Berubah karena tekanan yang tinggi, dalam waktu yang lama, dan dihasilkan proses pembentukan kulit bumi oleh tenaga endogen. Adanya tekanan dari arah berlawanan menyebabkan butir-butir mineral menjadi pipih dan ada yang mengkristal kembali. Contohnya batu lumpur menjadi batu tulis (slate).

III.            Metamorf pneumatolitis

Berubah karena pengaruh gas-gas dari magma. Contohnya kuarsa dan gas borium berubah menjadi turmalin, dengan gas florin menjadi topas (permata kuning).

GAMBAR BATUAN METAMORF

Batu Marmer Batu Kwarsa
Batu Sabak Batu Gneiss

PERBEDAAN PROSES TERBENTUNYA BATU METAMORF

PERBEDAAN

MARMER

SABAK

KWARSA

CARA TERJADINYA

Terbentuk dari batu kapur (karst) yang mengalami tekanan dan panas tinggi Lava panas yang mendingin dengan cepat dipermukaan bumi Pembekuan magma yang mendingin dalam waktu lama dipermukaan bumi

MANFAAT

Bahan bangunan (lantai, perhiasan) Untuk media tulis (digunakan sebelum kertas digunakan secara masal. Dindonesia tahun 60-an masih digunakan di sekolah-sekolah pedesaan Bahan baku kaca
  1. Siklus Batuan

Batu-batuan mengalami siklus sebagaimana diperlihatkan dalam gambar sebagai berikut  (gambar siklus batu-batuan dialami dari magma), batuan cair pijar didalam lithosfer

a.         Karena pendinginannya makin lama makin padat akhirnya membeku menjadi batuan beku

b.        Batuan beku rusak hancur karena tenaga eksogen, misal : air hujan, panas dingin, es dingin, dsb. Diangkut dan diendapkan menjadi batuan sedimen kastis

c.1 larut didalam air dan langsung diendapkan menjadi batuan sedimen kemis

c.2 larut didalam air diambil oleh organisme, dan melalui organisme itu membentuk batuan endapan organis

d.  Karena suhu tinggi, tekanan besar, dan waktu yang lama, batuan beku serta batuan sedimen berubah menjadi batuan metamorf

e.    Ada kemungkinan karena terganggunya keseimbangan suhu dan tekanan, sehingga batu-batuan mencair kembali menjadi magma.

2.3    Tenaga Geologi

Yang dimaksud tenaga geologi yaitu tenaga yang mengubah bentuk permukaan bumi yang terdiri atas tenaga endogen dan tenaga eksogen.

  1. 1.       Tenaga endogen

Tenaga endogen bermacam-macam

  1. Tektonisme
  2. Vulkanisme
  3. Seisme (Gempa bumi)
  1. Tektonisme

Gerak naik dan turun yang menyebabkan perubahan bentuk kulit bumi. Gerak ini dibedakan menjadi gerak epirogenetik dan gerak orogenetik.

  1. Gerak Epirogenetik

Ada dua macam gerak epirogenetik, yaitu epirogenetik positif dan epirogenetik negatif.

  • Gerak epirogenetik positif adalah gerakan permukaan bumi turun dan seolah olah permukaan air laut naik. Contoh, turunya pulau-pulau di kawasan Indonesia timur (Kepulauan Maluku dan kepulauan Benda.
  • Gerak epirogenetik negatif adalah gerakan permukaan bumi seolah-olah permukaan bumi naik dan seolah olah permukaan air turun.
  1. Gerak Orogenetik

Gerak yang relatif lebih cepat dari pada gerak epirogenetik merupakan gerakan pembentuk pegunungan. Gerak ini menyebabkan tekanan horizontal dan vertikal di kulit bumi yang mnyebabkan peristiwa dislokasi atau perpindahan letak lapisan kulit bumi. Peristiwa ini dapat menimbulkan:

  • Lipatan/Kerutan Kulit Bumi

Macam-macam lipatan:

1.      Lipatan tegak, yaitu arah tenaga vertikal berasal dari bawah

2.      Lipatan condong/miring, yaitu arah tenaga horizontal dan kekuatannya tidak sama.

3.      Lipatan rebah, yaitu tenaga horizontal dan berasa dari satu arah.

4.      Lipatan kelopak, yaitu arah horizontal searah, tetapi agak panjang.

5.      Lipatan isoklinal, deret lipatan yang memiliki bentuk sama besar.

  • Patahan

Patahan yaitu gerakan pada lapisan bumi yang sangat besar dan berlangsung yang dalam waktu yang sangat cepat, sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi retak atau patah. Bagian muka bumi yang mengalami patahan seperti graben dan horst. Horst adalah tanah naik, terjadi bila terjadi pengangkatan. Graben adalah tanah turun, terjadi bila blok batuan mengalami penurunan.

  1. Vulkanisme

Peristiwa yang berhubungan dengan pembentukan gunung berapi & pergerakan magma dari dalam perut bumi ke permukaan

Terdiri dari 2 macam yaitu Intrusi magma dan ekstrusi magma.

1)      Intrusi magma : Aktivitas magma yang tidak sampai ke permukaan bumi.

Akibatnya :

  • Batolit, dapur magma yang luasnya lebih dari 100 km2
  • Lakolit, magma yang menyusup diantara 2 lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkay sehingga cembung, sedangkan alasnya rata
  • Sill, lapisan magma tipis yang menyusup di antara batuan lapisan, bentuknya pipih
  • Intrusi korok (gang), magma yang menyusup menerobos lapisan batuan
  • Apofisis, semacam intrusi korok, namun lebih kecil, merupakan cabang dari gang
  • Diatrema, magma (batuan) yang mengisi pipa letusan (pipa kawah)

2)      Ekstrusi magma :

Aktivitas magma yang sampai ke permukaan bumi, menghasilkan gunung api. Hasilnya yaitu erupsi

v  Berdasarkan bentuknya :

  • Erupsi sentral : Gerakan magma yang keluar dari sebuah saluran magma. Menghasilkan bermacam-macam bentuk gunung api yaitu :
  1. Gunung api perisai : Erupsi bersifat efusif, bahan yang dikeluarkan hanya berwujud cair. Hanya cembung sedikit halnya perisai. Co : G. Kilauea, G. Maunaloa
  2. Gunung api maar : Erupsinya bersifat eksplosif, bahan yang dikeluarkan relatif sedikit, karena sumber magma dangkal & sempit. Berbentuk seperti cekungan dengan tanggul di sekitarnya. Co : Danau kelakah di lereng gunung lamongan
  3. Gunung api strato : Akibat erupsi yang bersifat campuran antara eksplosif dan efusif yang bergantian secara terus-menerus
  • Erupsi linier : Erupsi yang terjadi pada lubang yang berbentuk celah memanjang. Co : Erupsi gunung api laki di pulau Eslandia
  • Erupsi areal : Erupsi yang terjadi melalui lubang yang besar karena dapur magma letaknya dekat sekali ke permukaan bumi.

v  Berdasarkan kekuatannya :

  • Erupsi efusif : Proses erupsi gunung api yang berupa ledakan lemah
  • Erupsi eksplosif : Erupsi gunung api yang berupa ledakan kuat

v  Faktor yang dapat mempengaruhi tipe letusan gunung api :

  • Derajat kekentalan magma
  • Tekanan gas magnetik
  • Kedalaman dapur magma

v  Jenis tipe letusan gunung api :

  • Tipe hawaii : Lavanya cairan encer, tekanan gas dan dapur magmanya sangat dangkal. Berbentuk perisai
  • Tipe stromboli : Lavanya cairan encer, tekanan gasnya sedang. Letusan terjadi berupa semburan gas yang membawa magma dengan disertai bom dan lapili. Co : G. Stromboli
  • Tipe merapi : Lavanya kental, sumber magma sangat dangkal, tekanannya gasnya rendah

v  Penyebab gunung api meletus : Tekanan di bawah tanah bertambah hingga memaksa magma naik dan keluar melalui retakan pada permukaan bumi. Magma yang memancar melalui permukaan bersama batu, debu, dan gas disebut lava

v  Tanda gunung api akan meletus :

  • Suhu sekitar kawah naik
  • Sumber air banyak yang mengering
  • Sering terjadi gempa vulkanik
  • Sering terdengar suara gemuruh dari dalam gunung

v  Menurut wujudnya, material yang dikeluarkan oleh letusan gunung api :

  • Padat (eflata) :

a)      Bom : Eflata yang berukuran besar

b)      Lapili : Eflata dengan ukuran kecil seperti kerikil

c)      Pasir vulkanik : Eflata sebesar batuan pasir

d)      Abu vulkanik : Eflata halus berupa debu yang dapat terbang sampai ratusan km

e)      Batu apung : Batuan porous (berongga) berasal dari buih magma yang terlontar keluar dan cepat membeku

  • Cair :

a)      Lava : Aliran magma yang sampai ke permukaan bumi dan suhunya sangat tinggi

b)      Lahar : Lumpur panas yang merupakan campuran lava dnegan air dan bercampur dengan materi-materi dipermukaan bumi

  • Gas :

a)      Gas nitrogen

b)      Gas karbondioksida

c)      Gas karbonmonoksida

v  Pengaruh menguntungkan dari erupsi gunung api :

  • Menyuburkan tanah
  • Daerah penangkapan hujan
  • Objek wisata
  • Bahan galian

v  Pengaruh merugikan dari erupsi gunung api :

  • Berbagai material, berbahaya dapat mengancam jiwa dan harta
  • Bom, lapili, dan pasir vulkanik, merusak bangunan rumah, jembatan, ladang
  • Abu vulkanik, mengganggu penerbangan, pemandangan menjadi gelap
  • Aliran lava dan lahar, merusak apa saja
  • Awan panas, membunuh penduduk, hewan, dan tumbuhan

v  Daerah gunung api :

  • Sirkum pasifik : Kep. Aleut – semenanjung kamsyatka – Kep. Jepang – Taiwan – Filipina – Sangir Talaud – Sulawesi Utara – Halmahera – Papua – Selandia baru – Peg. Andes
  • Sirkum mediterania : Laut mediterania – Peg. Atlas – Kaukasus – Himalaya – Arakan Yoma – Busur dalam dan busur luar di Indonesia
  1. Seisme (Gempa bumi)

Gerakan/getaran di permukaan bumi yang berasal dari lapisan-lapisan bumi

ü  Berdasarkan peristiwa yang menyebabkan :

  • Gempa tektonik : Gempa yang disebabkan gerakan tektonik berupa retakan/patahan. Terkuat, areal luas
  • Gempa vulkanik : Gempa yang terjadi karena letusan gunung api. Kurang kuat, hanya terasa di daerah sekitar gunung tersebut
  • Gempa runtuhan (terban) : Runtuhnya atap gua yang terdapat dalam litosfer seperti gua kapur, dan terowongan tambang

ü  Berdasarkan bentuk episentrumnya :

  • Gempa linier : Berbentuk garis (linier), gempa tektonik umumnya gempa linier. Sebab “patahan” sudah tentu merupakan suatu garis
  • Gempa sentral : Berbentuk titik. Gempa vulkanik dan gempa runtuhan

ü  Berdasarkan letak/kedalaman hiposentrumnya :

  • Gempa dalam : 300-700 km
  • Gempa menengah : 100-300 km
  • Gempa dangkal : Kurang dari 100 km
  • Berdasarkan jarak episentrumnya :
  • Gempa dekat (lokal) : Kurang dari 10.000 km
  • Gempa jauh : Lebih dari 10.000 km

ü  Istilah yang berkaitan dengan gempa :

  • Seismologi : Ilmu tentang gempa
  • Hiposentrum : Pusat gempa di dalam bumi
  • Episentrum : Tempat di permukaan bumi/permukaan laut tepat di atas hiposentrum. “Pusat gempa dipermukaan bumi”
  • Gelombang gempa

Terdiri dari :

a)      Gelombang longitudinal/gelombang primer : Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum melalui lipatan litosfer secara menyebar dengan kecepatan antara 7-14 km per detik. Gelombang yang pertama kali tercatat pada seismograf

b)      Gelombang transversal/gelombang sekunder : Gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum ke segala arah dengan kecepatan 4-7 km per detik

c)      Gelombang panjang : Gelombang gempa yang dirambatkan dengan kecepatan kurang dari 3.5 km/detik dan merupakan gelombang perusak

  • Seismograf : Alat pencatat gempa
  • Seismogram : Hasil pencatatan gempa oleh seismograf
  • Pleistoseista : Garis pada peta yang membatasi daerah yang mengalami kerusakan terhebat di sekitar episentrum
  • Isoseista : garis yang menghubungkan titik-titik pada permukaan bumi dimana intensitas gempanya sama
  • Homoseista : Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mengalami/mencatat gelombang primer pada waktu yang sama
  • Makroseista : daerah di permukaan bumi yang mengalami kerusakan terberat akibat gempa, dibatasi oleh pleistoseista

ü  Alat pencatat gempa (seismograf) :

  • Seismograf horizontal
  • Seismograf vertikal

ü  Menentukan skala gempa :

  • Skala Omori : Dengan 7 tingkatan kekuatan
  • Skala Richter : Charles Francis Richter

ü  Pengaruh positif gempa bagi kehidupan :

  • Mengetahui jenis mineral yang ada di dalam bumi
  • Mengetahui struktur lapisan kulit bumi
  • Menentukan jenis konstruksi bangunan
  • Pengaruh negatif gempa bagi kehidupan :
  • Bangunan roboh/ambruk
  • Terjadinya kebakaran, karena terjadi sambungan pendek aliran listrik
  • Terjadi banjir, karena bendungan/tanggul yang bobol
  • Saluran pipa air dan gas putus
  • Terjadinya tsunami (gempa di dasar laut)
  • Sarana & prasarana transportasi rusak
  • Distribusi barang & jasa terhambat

 

  1. 2.       Tenaga eksogen

Tenaga eksogen bermacam-macam :

  1. Erosi
  2. Sedimentasi
  1. Erosi

Proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alamiah dari suatu tempat ke tempat lain oleh suatu zat pengangkut yang bergerak di permukaan bumi

  • Menurut kecepatannya :
  • Erosi geologi : Suatu bentuk erosi dimana proses pengahancuran tanah relatif seimbang dengan proses pembentukannya. Tidak menimbulkan kerusakan alam
  • Erosi yang dipercepat : Erosi dimana proses penghancuran tanah lebih cepat dibandingkan proses pembentukannya. Mengakibatkan tanah menjadi tidak subur, sehingga lahan kritis makin meluas
  • Menurut zat pelarutnya :
  • Erosi air : Disebabkan oleh air, baik di dalam tanah, permukaan maupun sungai. Dibedakan menjadi :
  • Erosi percikan : Disebabkan percikan air hujan
  • Erosi lembar : Terjadi pada lapisan tanah bagian atas, menyebabkan tanah menjadi tidak subur
  • Erosi alur : Terjadi pada saat air mengalir
  • Erosi parit : Lereng yang terkena erosi membentuk parit yang cukup dalam
  • Erosi angin (deflasi) : Disebabkan tenaga angin, biasa terjadi di gurun
  • Erosi es/glasial : Disebabkan oleh massa es yang bergerak
  • Erosi air laur (abrasi) : Disebabkan oleh gelombang laut (erosi morena)
  • Bentuk tanah sebagai akibat erosi :
  • Cliff : Pantai terjal & berdinding curam sebagai akibat abrasi
  • Relung : Cekung yang memiliki dinding cliff
  • Dataran abrasi : Hamparan wilayah daratan akibat abrasi
  • Ngarai : Lembah yang dalam
  • Batu jamur : Batu yang disebabkan erosi angin
  1. Sedimentasi

Proses pengendapan batuan/tanah yang dilakukan oleh air, angin, dan es

Digolongkan menjadi 3 jenis :

a)      Sedimentasi fluvial : Proses pengendapan materi yang diangkut oleh air sepanjang aliran sungai. Bentuk lahan hasil sedimentasi fluvial :

  • Delta : Endapan pasir, lumpur, & kerikil yang terdapat di muara sungai
  • Bantaran sungai : Daratan yang terdapat di tengah-tengah badan sungai/pada kelokan dalam sungai sebagai hasil endapan

b)      Sedimen eolis (terrestrial) : Di daerah gurun/pantai

c)      Sedimen marin : Proses pengendapan yang dilakukan oleh gelombang laut yang terdapat di sepanjang pantai. Bentukan alam dari sedimen marin :

  • Beach/bisik : Bentukan deposisional umumnya pada pantai yang landai, terjadi jika swash membawa muatan sedimen
  • Bar : Gosong pasir di pantai yang arahnya memanjang sebagai hasil pengerjaan arus laut
  • Tombolo : Gosong pasor yang menghubungkan suatu pulau karang dengan pulau utama
  1. Pelapukan

Segala perubahan dalam bentuk pengaruh keadaan cuaca (misal air, suhu). Hasil pelapkan batuan ini dapat mengakibatkan terbentuknya tanah.

  • Macam-macam pelapukan:

a)      Pelapukan Mekanik

Merupakan pelapukan batuan yang tidak disertai dengan perubahan susunan kimia, seperti batuan besar yang pecah dan berubah menjadi kecil, selanjutnya sampai halus, tetapi susunan kimianya sama dengan batuan induknya.

b)      Pelapukan Kimia

Merupakan pelapukan batan meleui proses kimia yang disertai perubahan susunan zat dari mineral batuan induknya. Pelapukan kimia terjadi karena air atmosfer, gua asam arang dan oksigen dari udara.

c)      Pelapukan Organis

Pelapan batuan karena akar tanaman, rumahbinatang yang menempel batuan, atau karena ulah manusia.

Advertisements

Mr Talkative PART I

Perpisahan hal yang tak pernah di inginkan oleh setiap insan yang sedang merasakan indahnya cinta .

Cinta yang alami dari hatinya

.tapi apa yang akan terjadi jika cinta itu di pisahkan karena tanpa restu dari seseorang yang tak ingin melihat kita menyatu jadi satu hati yang utuh ?

Mantra – mantra terucap begitu mudahnya dari mulutnya yang benci melihat kita bersatu .

Yang kini berakhir dengan kebencian

Satu hati ,kini menjadi setengah hati yang rapuh .

Begitu hebatkah mantra yang ia ucapkan pada cinta kami ?

Begitu mudahkah mereka menghancurkan hati yang bersatu ?

Ohh tuhan

Apa yang terjadi ?

Apa yang harus ku lakukan menyatukan cinta ini kembali ,

Jika satu hati ini tak akan pernah bersatu kembali

Tapi berikanlah aku sedikit kebahagiaan .

Kebahagiaan yang ku harap ada padanya .

Kebencian itu

Lepaskan dan bebaskan dari hati jiwa dan raganya tuhan .

Beri hamba petunjuk ,apa yang harus ku lakukan menyelesaikan semua ini ?

Tuntun hamba ya Allah

Tuntun dan bantu hamba menyelesaikan semua ini

Berikanlah hambah mu ini sekeping kebahagiaan ,walau sekeping hati itu tak mampu bersatu lagi .

Aku mohon kepada ENGKAU tuhan ku yang maha pengasih dan maha penyayang .

Harapan yang selalu ku ucapkan setiap kali hati mulai gundah karena kebenciannya .

Semoga semuanya berakhir dan berakhir indah tanpa ada yang tersakiti .

…………………………….

Ya allah siapa yang tega buat Mr Talkative benci sama sy ?

Segitu teganya dia pisahin saya